Untuk Menampilkan Burung Merpati Di Pojok Kiri Atas Ini Script nya

Kamis, 19 Mei 2011

VIRUS

                                                 
                                                      
                                                   
1. Standar Kompetensi           : 2.  Memahami prinsip-prinsippengelompokkan makhluk hidup
2. Kompetensi Dasar              : 2.1Mengdeskripsikan ciri-ciri,replikasidan peran virus dalam 
                                                           kehidupan



PENDAHULUAN
Pada tahun 1889 Frederich Loeffer dan Frosch menemukan bukti bahwa penyebab penyakit kuku dan mulut pada hewan ternak adalah partikel penginfeksi yang berukuran lebih kecil dibandingkan bakteri. Sejak itu diketahui bahwa virus merupakan bentuk pertengahan antara organisme hidup dan tidak hidup. Virus yang berada di luar tubuh inang mengalami penurunan proses metabolisme, hal inilah yang menyebabkan virus dikatakan partikel tidak hidup.
Kehidupan virus sangat bergantung pada keberadaan sel inang, karena untuk bereproduksi dilakukan dengan cara menginfeksi sel inang.

STRUKTUR
Sebuah partikel virus dikenal dengan nama virion. bagian luar dari tubuh virus dibungkus oleh selubung protein yang dikenal dengan nama Kapsid. kapsid mengandung materi genetik berupa asam nukleat DNA atau RNA yang memiliki kemampuan membentuk kode-kode genetik untuk sintesis elemen-elemen tubuh virus. Struktur tubuh virus bakteriofage seperti terlihat pada gambar dibawah ini!

REPRODUKSI
Virus menyerang sel inang dengan cara menyuntikkan materi genetiknya ke dalam sel inang. Sel yang terinfeksi memproduksi protein virus dan materi genetiknya lebih banyak dibandingkan protein tubuhnya sendiri. Ada beberapa tahap dari siklus hidup virus. Tahap pertama disebut adsorbsi, ditandai dengan melekatnya virus pada dinding sel iangnya. Tahap kedua disebut penetrasi, materi genetik virus disuntukkan kedalam sel inangnya. Tahap ke tiga sintesis, merupakan tahap melipatgandakan komponen-komponen tubuh virus. Tahap ke empat maturasi atau perakitan, berupa penyusunan tubuh-virus menjadi satu kesatuan yang utuh. tahap terakhir adalah lisis. Partikel virus yang baru terbentuk memecah sel inang, dan siap menginfeksi sel inang berikutnya. mekanisme reproduksi virus seperti di atas disebut daur litik.

Beberapa jenis virus bisa dalam keadaan dorman di dalam tubuh sel inangnya sampai jangka waktu tertentu, tidak menyebabkan kerusakan, dan menjadi bagian dari sel inang. Fase reproduksi sel seperti di atas disebut daur lisogenik. tapi jika ada penstimulus keadaan dorman tersebut, maka virus akan aktif, dan kembali melakukan daur litik dengan cara sintesis atau penggandaan materi genetik, merakit komponen-komponen tubuh virus, menghancurkan sel inang dan siap menginfeksi sel inang berikutnya.

Virus menyebabkan penyakit pada sel eukariot. Beberapa penyakit pada manusia yang disebabkan virus diantaranya cacar, influensa, herpes, polio, ebola, demam, dan AIDS. bahkan beberapa jenis kanker disebabkan oleh virus
Di sisi lain, karena virus memiliki kemampuan mentransfer materi genetik dari satu species ke species lain, makavirus banyak dimanfaatkan para ahli untuk kegiatan rekayasa genetika. Virus dapat bergabung dengan beberapa materi genetik dari sel inangnya, kemudian bereplikasi, selanjutnya mentransfer informasi genetik ke sel inang berikutnya. peristiwa tersebut dikenal dengan istilah transduksi

Catatan lain dari virus
Menurut para ahli biologi, virus merupakan organisme peralihan antara makhluk hidup dan benda mati. Dikatakan peralihan karena virus mempunyai ciri-ciri makhluk hidup, misalnya mempunyai DNA (asam deoksiribonukleat) dan dapat berkembang biak pada sel hidup. Memiliki ciri-ciri benda mati seperti tidak memiliki protoplasma dan dapat dikristalkan. Para penemu virus antara lain D. Iwanoski (1892) pada tanaman tembakau, dilanjutkan M. Beijerinck (1898), Loffern dan Frooch (1897) menemukan dan memisahkan virus penyebab penyakit mulut dan kaki (food and mouth diseases), Reed (1900) berhasil menemukan virus penyebab kuning (yellow fever), Twort dan Herelle (1917) penemu Bakteriofage, Wendell M. Stanley (1935) berhasil mengkristalkan virus mosaik pada tembakau. Pengetahuan tentang virus terus berkembang sampai lahir ilmu cabang biologi yang mempelajari virus disebut virology.

1. Ciri-ciri Virus
Berukuran ultra mikroskopis
Parasit sejati/parasit obligat
Berbentuk oval, bulat, batang, huruf T, kumparan
Kapsid tersusun dari protein yang berisi DNA saja atau RNA
Dapat dikristalkan
Aktivitasnya harus di sel makhluk hidup

2. Struktur Virus
Untuk mengetahui struktur virus secara umum kita gunakan bakteriofage (virus T), strukturnya terdiri dari:

a. Kepala
Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid. Satu unit protein yang menyusun kapsid
disebut kapsomer.

b. Kapsid
Kapsid adalah selubung yang berupa protein. Kapsid terdiri atas kapsomer. Kapsid juga dapat terdiri atas
protein monomer yang yang terdiri dari rantai polipeptida. Fungsi kapsid untuk memberi bentuk virus sekaligus
sebagai pelindung virus dari kondisi lingkungan yang merugikan virus.

c. Isi tubuh
Bagian isi tersusun atas asam inti, yakni DNA saja atau RNA saja. Bagian isi disebut sebagai virion. DNA atau
RNA merupakan materi genetik yang berisi kode-kode pembawa sifat virus. Berdasarkan isi yang
dikandungnya, virus dapat dibedakan menjadi virus DNA (virus T, virus cacar) dan virus RNA (virus influenza,
HIV, H5N1). Selain itu di dalam isi virus terdapat beberapa enzim.

d. Ekor
Ekor virus merupakan alat untuk menempel pada inangnya. Ekor virus terdiri atas tubus bersumbat yang
dilengkapi benang atau serabut. Virus yang menginfeksi sel eukariotik tidak mempunyai ekor.

3. Reproduksi Virus
Cara reproduksi virus dikenal sebagai proliferasi yang terdiri dari:

a. Daur litik (litic cycle)
1. Fase Adsorbsi (fase penempelan)
Ditandai dengan melekatnya ekor virus pada sel bakteri. Setelah menempel virus mengeluarkan enzim
lisoenzim (enzim penghancur) sehingga terbentuk lubang pada dinding bakteri untuk memasukkan asam inti virus.

2. Fase Injeksi (memasukkan asam inti)
Setelah terbentuk lubang pada sel bakteri maka virus akan memasukkan asam inti (DNA) ke dalam tubuh
sel bakteri. Jadi kapsid virus tetap berada di luar sel bakteri dan berfungsi lagi.

3. Fase Sintesis (pembentukan)
DNA virus akan mempengaruhi DNA bakteri untuk mereplikasi bagian-bagian virus, sehingga terbentuklah
bagian-bagian virus. Di dalam sel bakteri yang tidak berdaya itu disintesis virus dan protein yang dijadikan
sebagai kapsid virus, dalam kendali DNA virus.

4. Fase Asemblin (perakitan)
Bagian-bagian virus yang telah terbentuk, oleh bakteri akan dirakit menjadi virus sempurna. Jumlah virus
yang terbentuk sekitar 100-200 buah dalam satu daur litik.

5. Fase Litik (pemecahan sel inang)
Ketika perakitan selesai, maka virus akan menghancurkan dinding sel bakteri dengan enzim lisoenzim,
akhirnya virus akan mencari inang baru.

b. Daur lisogenik (lisogenic cycle)

1. Fase Penggabungan
Dalam menyisip ke DNA bakteri DNA virus harus memutus DNA bakteri, kemudian DNA virus menyisip
di antara benang DNA bakteri yang terputus tersebut. Dengan kata lain, di dalam DNA bakteri terkandung
materi genetik virus.

2. Fase Pembelahan
Setelah menyisip DNA virus tidak aktif disebut profag. Kemudian DNA bakteri mereplikasi untuk
melakukan pembelahan.

3. Fase Sintesis
DNA virus melakukan sintesis untuk membentuk bagian-bagian viirus
4. Fase Perakitan
Setelah virus membentuk bagian-bagian virus, dan kemudian DNA masuk ke dalam akan membentuk virus
baru

5. Fase Litik
Setelah perakitan selesai terjadilah lisis sel bakteri. Virus yang terlepas dari inang akan mencari inang baru

4. Klasifikasi Virus
Menurut klasifikasi Bergey, virus termasuk ke dalam divisio Protophyta, kelas Mikrotatobiotes dan ordo Virales (Virus). Pada tahun 1976 ICTV (International Commite on Taxonomy of Virus) mempublikasikan bahwa virus diklasifikasikan struktur dan komposisi tubuh, yakni berdasarkan kandungan asam. Pada dasarnya virus dibedakan atas dua golongan yaitu virus DNA dan virus RNA.

a. Virus DNA mempunyai beberapa famili:
1. Famili Parvoviridae seperti genus Parvovirus
2. Famili Papovaviridae seperti genus Aviadenovirus
3. Famili Adenoviridae seperti genus Mastadenovirus
4. Famili Herpesviridae seperti genus Herpesvirus
5. Famili Iridoviridae seperti genus Iridovirus
6. Famili Poxviridae seperti genus Orthopoxvirus

b. Virus RNA mempunyai beberapa famili:
1. Famili Picornaviridae seperti genus Enterivirus
2. Famili Reoviridae seperti genus Reovirus
3. Famili Togaviridae seperti genus Alphavirus
4. Famili Paramyvoviridae seperti genus Pneumovirus
5. Famili Orthomyxoviridae seperti genus Influensavirus
6. Famili Retroviridae seperti genus Leukovirus
7. Famili Rhabdoviridae seperti genus Lyssavirus
8. Famili Arenaviridae seperti genus Arenavirus

5. Peran Virus dalam Kehidupan Manusia

a. Virus yang menguntungkan, berfungsi untuk:
1. Membuat antitoksin
2. Melemahkan bakteri
3. Memproduksi vaksin
4. Menyerang patogen

b. Virus yang merugikan, penyakit-penyakit yang disebabkan virus antara lain:

1. Pada Tumbuh-tumbuhan
Mozaik pada daun tembakau Tobacco Mozaic Virus
Mozaik pada kentang Potato Mozaic Virus

2. Mozaik pada tomat Tomato Aucuba Mozaic Virus
Kerusakan floem pada jeruk Citrus Vein Phloem Degeneration

3. Pada Hewan
~ Tetelo pada Unggas New Castle Disease Virus
~ Cacar pada sapi Vicinia Virus
~ Lidah biru pada biri-biri Orbivirus
~ Tumor kelenjar susu monyet Monkey Mammary Tumor Virus

4. Pada Manusia
~ Influensa Influenzavirus
~ AIDS Retrovirus
~ SARS Coronavirus
~ Flu burung Avianvirus

6. Pertahanan Diri Terhadap Serangan Virus
Kemampuan virus untuk menyebabkan penyakit disebut virulensi. Virulensi virus ditentukan oleh:

a. keberadaan dan aktivitas reseptor pada permukaan inang yang memudahkan virus ...untuk melekat
b. kemampuan virus menginfeksi sel
c. kecepatan replikasi virus dalam sel inang
d. kemampuan sel inang dalam menahan serangan virus

Sebagian besar virus masuk ke tubuh manusia melalui mulut dan hidung, kulit yang luka. Jika ada virus yang masuk, sel tubuh akan mempertahankan dengan menghasilkan sel fagosit, antibodi, dan interferon (protein khas). (Sumber dari Catatan prestasi Guru Biologi : Virus,http://prestasiherfen.blogspot.com/2008/10/virus.html.)

Minggu, 24 April 2011

Animalia

      Hewan merupakan makhluk hidup yang memiliki ciri khas bergerak aktif dan tidak mempunyai klorofil.Kingdom ini klasifikasinya berdasarkan simetri ubuh dan lapisan penyusun tubuh .
1.Simetri Radial :mempunyai bagian tubuh yang tersususn melingkar .
2.Simetri Bilateral : menggambarkan hewan yang bagian tubuhnya tersusun bersebelahan dengan bagian yang lain.

Lapisan Penyusun 
Berdasarkan jumlah Lapisan tubuh,hewan dapat di bedakan menjadi 2 yaitu Diplobastis dan Triploblastis.
a.Hewan Disploblastis 
Memiliki dua lapisan sel pembentuk tubuh,yaitu ektoderma (lapisan luar) dan endoderma (lapisan dalam).
b.Hewan Triploblastis
memiliki 3 lapisan sel pembentuk tubuh .Tiga lapis sel tersebut yaitu ektoderma,mesoderma(lapisan tengah) dan endoderma.

Klasifikasi
Berdasarkan peredaan pada simetri tubuh dan lapisan penyusun tubuhnya ,kingdom Animalia di bagi menjadi sembilan filum.
a.Filum Porifera
b.Filum Coelenterata
c.Filum Platyhelminthes
d.Filum Nemathelminthes
e.Filum Annelida
f.Filum Mollusca
g.Filum Echinodermata
h.filum Arthopoda
i.Filum Chordata

Minggu, 06 Maret 2011

Tumbuhan Biji (Spermatophyta)


Standar Kompetensi : 3.Memahami manfaat keanekaragaman hayati
Kompetensi Dasar    : 3.3 Mendeskripsikan ciri-ciri Divisio dalam dunia Tummbuhan dan peranannya bagi
                                        kelangsungan hidup di Bumi.
Indikator                  :
  •  Mendeskripsikanciri umum tumbuhan berbiji 
  • Mengklasifikasikan tumbuhan berbiji
  • menggambarkan struktur bagian tubuh tumbuhan seperti akar,batang,daun dan bunga
  • Menentukan nama bagian-bagian tubuh tumbuhan berbiji
  • Mengumpulkan informasi tentang peranan tumbuhan berbiji bagi manusia
SPERMATOPHYTA (TUMBUHAN BERBIJI)
      Istilah spermathophyta berasal dari bahasa Yunani,sperma berarti biji dan phyta berarti tumbuhan .Memiliki ciri-ciri umum :
  • Menghasilkan biji sebagai alat perkembangbiakan ,termasuk cormophyta berbiji
  • Mempunyai alat kelamin yang jelas (Phanerogamae) dan menghasilkan embrio (Embriophyta siphonogama)
  • Akarnya berbentuk serabut dan tunggang sel-selnya mengalami deferensiasi menjadi epidermis,korteks dan silinder pusat yang didalamnya terdapat xilem dan floem.Batangnya dapat tegak,condong,berbaring,atau merayap yang berdefrensiasi menjdi epidermis,korteks dan silinder pusat (terdapat xilem dan floem).Daunnya mengalami difrensiasi menjadi epidermis dan mesofil yang tersusun dari jaringan tiang dan jaringan bunga karang.
  • Habitat di darat dan di air
  • Bersifat fotoautotrop 
Contoh-contoh Spermathophyta :
padi
mangga

KLASIFIKASI
     Dilihat dari posisi biji terhadap daun buahnya dibedakan menjadi 2 sub divisio,yatu : Gymnospermae dan Angiospermae
Subdivisio Gymnospermae(Tumbuhan Berbiji Terbuka)
Ciri-cirinya :
  • Bakal biji tumbuh di permukaan daun buah (megasporofil)
  • memiliki habitus semak,perdu atau pohon.Akarnya tunggang ,batang lurus tegak dan bercabang.
  • tidak memiliki bunga sesungguhnya,sporofil terpisa-pisa atau membentuk strobilus jantan dan betina.Umumnya berkelamin tunggal dimana megasporangium dan mikrosporangium terpisah satu sama lain.
  • Penyerbukan dengan bantuan angin dan jarak waktu penyerbukan sampai pembuahan relatif panjang .

Terbagi menjadi 4 kelasberdasarkan struktur strobilus :
  1. Cycadinae : menyerupai pohon kelapa ,daun majemuk menyirip,berumah dua,letaknya diujung batang(terminal) .Contohnya Cycas rumphii
  2. Ginkgoinae : pohon bertunas pendek,pohonnya meranggas,daunnaya bertangkai panjang,berbentuk pasak atau kipasdengan tulang daun bercabang-cabang menggarpu,berumah dua,biji dengan kulit luar berdaging dan kulit yang keras.Contohnya : Ginkgo biloba
  3. Gnetinae :tumbuhan berkayu,bunga berkelamin tunggal, bunga tersusun berkarang, berumah dua,percabangan banyak. Contohnya : Gnetum gnemon (melinjo)
  4. Coniferinae : Habitus semak,,batang berkayu,berdaun jarum,ada yang berumah satu dan dua ,strobilus betina lebih besar dan terletak diketiak daun atau di ujung batang berupa kerucut.Contohnya cemara (Cupressus lusitanica),pinus(Pinus merkusii) dan Agathis (damar).
Gambar macam-macam Gymnospermae



                                  Gbr siklus hidup Pinus salah satu gymnospermae

Subdivisio Angiospermae (berbiji tertutup)
Ciri-cirinya :
  • Disebut berbiji tertutup ,karena bakal bijinya selalu diselubungi oleh daun-daun buah (karpela).Alat reproduksi betina menyerupai botol.
  • Memiliki bunga baik lengkap maupun tidak
  • berhabitus semak,perdu atau pohon.Batang bercabang atau tidak.
  • terjadi pembuahan ganda
  • terbagi ke dalam 2 kelas yaitu Monocotyledoneae dan Dicotyledoneae













Gbr Morfologi bunga pada Angiospermae

Gbr Bagian tanaman Angiospermae

Gambar siklus /reproduksi /pembuahan ganda pada Angiospermae.
Kelas Monocotyledonae
     Ciri-cirinya mempunyai satu  daun lembaga,akar serabut,tulang daun sejajar atau melengkung,batang tidak bercabang ruas jelas,tidak ber kambium dan perhiasan bunga berjumlah kelipatan 3 .
Contohnya pada famili :
  • Liliaceae :Kembang sung sang,bawang merah
  • Zingiberaceae : kunyit,jahe
  • Orchidaceae: Anggrek
  • Arecaceae : kelapa
  • Musaceae : pisang
Kelas Dicotyledonae
      Ciri-cirinya mempunyai dua daun lembaga ,akar tunggang,tulang daun menyirip atau menjari,batang bercabang-cabang dengan ruas tidak jelas,mempunyai kambium dan perhiasan bunganya berjumlah 2,4,5 atau kelipatanya. Contohnya pada famili :
  • Rubiaceae : kopi
  • Malvaceae :kapas
  • Rosaceae :mawar
  • Rutaceae : jeruk
  • Solanaceae : kentang

Minggu, 20 Februari 2011

PTERIDOPHYTA (Paku-pakuan)

  1. Standar Kompetensi : 3.Memahami manfaat keanekargaman hayati
  2. Kompetensi Dasar    : 3.3 Mendeskripsikan ciri-ciri Divisio dalam dunia tumbuhan dan perannanya bagi kelangsungan hidup di muka bumi
  3. Indikator                 :
  • Mengidentifikasi ciri-ciri umum Pteridophyta
  • Menjelaskan klasifikasi Pteridophyta
  • Menjelaskan cara -cara perkembangbiakan tumbuhan paku
  • Menemukan peranan berbagai species paku terhadap ekonomi dan lingkungan
Ciri-ciri Pteridophyta
  • Habitat pada tempat basah atau lembab tetapi beberapa species ada yang di air mis .Azolla pinnata artinya bersifat higrofit atau epifit
  • Termasuk cormophyta berspora 
  • Mempunyai empat struktur :lapisan pelindung disekeliling organ reproduksi,embrio multiselluler di arkegonia,kutikula melapisi permukaannyadan sistem pembuluh angkut.
  • Merupakan tumbuhan berkormus tertua ,berakar serabut dan ujungnya mengandung kaliptra.Pada umumnya berbatang di dalam tanah yang disebut rhizome memiliki xilem dan floem.Daunnya pada waktu masih muda menggulung dan daunnya ada yang kecil disebut mikrofil dan yang berukuran besar disebut makrofil.
  • Berdasarkan fungsinya daun paku dibedakan :
          * Tropofil (daun steril) untuk fotosintesis
          * Sporofil (daun fertil) untuk fotosintesis dan menghasilkan spora.Sporanya tersususn di sporangium
             Berdasarkan susunan dan letaknya sporangium pada daun dibedakan :
             Sorus (sporangium di permukaan daun),Sinangium(sporangium di ketiak daun),Strobilus(sporangium
             di ujung batang atau cabang batang),Sporokarpium (sporangium di dalam badan buah)
  • Sporofit lebih dominan dari pada gametofit  
Struktur tubuh tumbuhan paku
Daun paku tumbuh dari percabangan tulang daun yang disebut frond, dan keseluruhan daun dalam satu tangkai daun disebut pinna.

JIka diperhatikan pada permukaan bagian daun (frond) terdapat bentuk berupa titik-titik hitam yang disebut sorus, dalam sorus terdapat kumpulan sporangia yang merupakan tempat atau wadah dari spora. Gambar dibawah ini menunjukkan sporangia yang tergabung dalam struktur sorus (jamak sori).
Tidak semua daun paku memiliki sorus (sori), daun paku yang memiliki sorus merupakan daun fertil yang disebut daun sporofil, daun paku yang tidak memiliki sorus disebut daun steril. Daun ini hanya mengandung klorofil dan banyak dimanfaatkan untuk proses fotosintesis. Daun ini disebut daun tropofil.


Struktur sorus
Bagian luar dari sorus berbentuk selaput tipis yang disebut indusium. Bagian dalam sorus terdapat kumpulan sporangium yang didalamnya berisi ribuan spora.
Jika daun sporofil (daun fertil) diletakkan di atas permukaan kertas polos, maka bentuk spora akan terlihat seperti serbuk bedak berwarna hitam, coklat, kemerahan, kuning atau hijau tergantung jenis tumbuhan pakunya. Masing-masing spora akan tumbuh menjadi paku dewasa melalui proses yang kompleks(sumber http//prestasiherfen.blogspot.com)
    Klasifikasi Pteridophyta
    1. Berdasarkan sifat morfologinya dibedakan menjadi 4 kelas :
    a. Psillophytinae (Paku Purba)
        Tumbuhan paku paling sederhana ,batang beruas dan berbuku nyata,berdaun kecil menyerupai sisik
        sporangium terletak di buku-buku cabang ,yaitu di ketiak daun (sinangium),bersifat homospor.Memperoleh
        makanan bersimbiosis dengan jamur ,karena tidak berklorofil.Dikenal sebagai paku telanjang. Contohnya
        Rhynia major dan Psilotum sp
    gbr Psilotum sp

    b. Lycopodiinae (Paku Kawat)
        Daun berbentuk sisik,batang seperti kawat dan akarnya bercabang-cabang,ada beberapa jenis daunnya
        menyerupai lidah(ligula).Sporanya membentuk strobilus di ujung batang ataupun cabang, contohnya
        Sellaginella caudata,Lycopodium clavatum

    Lycopodium sp

    Lycopodium clavatum

    Selaginella sp


    c. Equisetinae (Paku Ekor Kuda)
        Batangnya berongga memiliki cabang yang berkarang pada buku-buku batang pohon,berdaun kecil seperti
        selaput tersusun seperti karang .Sporofil berbentuk seperti perisai dengan sejumlah sporangium tersusun
        seperti strobilus (kerucut)pada ujung batang/cabang.Contohnya Equisentum sp
     Gambar Macam-macam Equisentum Sp






    d. Pterophyta/Filicinae (Paku Benar)
        Mempunyai daun sempurna (frond).Posisi daun membentuk sayap.Sporangium tersusun dalam sorus ,mempunyai daun besar (makrofil),pada waktu masih muda daunnya menggulung dan pada sisi bawah
      mempunyai banyak sporangium. Contohnya Adiantum cuneatum,Marsilea crenata ,Platycerium bifurcatum
                                                                      gbr Adiantum sp
    Platycerium Sp



    Asplenium nidus
      

    Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan ,tumbuhan paku dibedakan menjadi  tiga sbb :

    1. Paku HOMOSPORA,yaitu tumbuhan paku yang menghasilkan satu jenis spora saja dengan bebtuk dan ukuran seragam. Contohnya Lycopodium sp.
    2. Paku PERALIHAN,yaitu tumbuhan paku yang menghasilkan dua macam spora (spora jantan dan betina) tetapi spora bentuk dan ukurannya seragam. Contohnya Equisentum debile
    3. Paku HETEROSPORA,yaitu tumbuhan paku yang mempunyai makrospora untuk individu berkelamin betina dan mikrospora untuk individu berkelamin jantan. Contohnya Sellaginella sp dan marsilea crenata 
    REPRODUKSI/METAGENESIS
     A.Reproduksi generatifnya melalui peleburan spermatozoid dan ovum
    Skema Metagenesis paku homospora

     
    Skema metagenesis pada tumbuhan paku heterospora






    Skema metagenesis pada tumbuhan paku peralihan
    Gambar Metagenesis Pteridophyta
                                                                                                         
    B.Beberapa jenis tumbuhan paku bereproduksi vegetatif dengan cara :
    • Umbi batang ,misalnya Marsilea crenata
    • Tunas pada tepi daun atau kuncup tunas,mis Asplenium buldiferum
    • Tunas pada ujung daun ,mis Asplenium pentifidium
    • Tunas akar ,mis Ophioglosum spakiy otot atau tulang dalam bentuk param,obat diuretik
    • Fragmentasi,mis Dryopteris rigida
    Peranan Pteridophyta (Paku-pakuan)
    • Paku kawat (Lycopodium cernuum),sebagai tanamnan hias,obat batuk,obat sesak napas,dan bisul kulit
    • Paku ekor kuda (Equisentum debile),sebagai obat sakit otot atau tulang dalam bentuk param,obat diuretik karena mengandung asam kersik dan kalium tinggi.Sebagai alat pembersih pisau,farpu dan sendok karena selikatnya tinggi
    • Asplenium nidus sebagai tanamnan hias
    • Azolla sp sebagai makanan ikan dan pupuk
    • Salvinia sp merugikan gulma tanaman padi
    • Marsilea crenata dimakan sebagai sayuran (semanggi)
     

                                                  

    Minggu, 06 Februari 2011

    Bryophta (Lumut)

    A. Standar Kompetensi : 3.Memahami manfaat keanekaragaman hayati
    B. Kompetensi Dasar    : 3.3 Mendeskripsikan ciri-ciri Divisio dalam dunia Tumbuhan dan peranannya bagi kelangsungaan hidup di muka bumi.
    C. Indikator                 :
    • Mengidentifikasi ciri-ciri lumut (Bryophta)
    • Membedakan tumbuhan lumut dengan tumbuhan paku dan biji berdasarkan ciri-cirinya
    • Menjelaskan perkembangbiakan lumut
    • Menjelaskan klasifikasi lumut
    • Memberikan contoh peranan lumut
    D. Bryophta (Lumut)
    Ciri umum Lumut:
    • Hidup di tempat basah,lembab dan terlindung dari cahaya
    • Bagian permukaan luar tubuh terdapat lapisan lilin untuk menahan masuknya air
    • Berwarna hijau karena mempunyai klorofil
    • Peralihan dari Thallophyta (tidak dapat dibedakan antara akar,batang dan daun)dan Chormophyta(dapat dibedakan antara akar,batang dan daun).
    Struktur Tubuh
         Lumut memiliki akar semu (rhizoid) ,berfungsi untuk melekat pada subtrat dan menyerap unsur hara. Batangnya tidak berbatang dan tidak mempunyai pembuluh angkut berbentuk lembaran (thalus)  di jumpai pada lumut hati dan tanduk sedangkan pada lumut daun batangnya sederhana dengan pembuluh angkut tunggal.Daunnya hanya pada lumut daun berdaun sederhana ,berbentuk pipih bilateral dengan satu pembuluh angkut di dalam ibu tulang daun dan berkloroplas,
    Gambar bermacam species lumut :



    Klasifikasi Lumut: Terbagi menjadi 3 klas berdasarkan bentuk gametofit dan sporofit
    1. Hepaticopsida (lumut hati) : tubuh berupa thalus berbentuk lembaran seperti hati melekat dengan bantuan rhizoid.Struktur khas yang terdapat pada gametopitnya yang berupa mangkok mengandung kumpulan lumut kecil yang .Contohnya Marchantia polymorpha
    2. Anthocerotopsida(Lumut tanduk) : generasi gametopit berupa thalus dengan tepi rata atau bertoreh.Sporofitnya berupa kapsul memanjang seperti tanduk (horn)dan pangkalnya dilindungi oleh involukrum, contohnya Notothylas sp dan Anthoceros sp
    3. Bryopsida (Lumut daun ) : tubuh terdiri 3 bagian yaitu rhizoid,batang dan daun.disebut lumut sejati,mengelompok seperti hamparan tebal beludru.Sprofitnya berklorofil dan bisa berfotosintesis .Sporofit (2n) terdiri dari kapsul; dan seta (tangkai) ,saat muda dilindungi oleh kaliptra dan lepas saat kapsul masak dan mengandung spora.Ujung kapsul yang masak dilindungi oleh operkulum .operkulum akan terlepas saat jaringan yang melingkar di tepi operkulum (annulus) pecah. Saaat operkulum lepas spora tidak langsung tersebar karena adanya gigi peristom pada bagian sporangium .Spora yang jatuh ditempat yang lembab membentuk kecambah berangkai berbentuk  benang yang disebut protonema yang akan menjadi gametofit. Contohnya Sphagnum sp,Fissident spdan Polythricum sp (llumut berumah satu).
    Reproduksi Lumut
          Reproduksi lumut sama dengan metagenesis yaitu pergiliran keturunan secara teratur  antara generasi sporofit (2n) dan generasi gametofit (n).Reproduksi generatif dengan perkawinan gamet sedangkan reproduksi vegetatif dengan spora haploid yang bersifat homospor dan membentuk pundi kuncup (gemma cup).Pada lumut fase gametofitnya lebih dominan dari pada fase sporofit
    Metagenesis pada Bryophyta :




    Peranan Lumut :   
    • Marchantia polymorpha mengobati gangguan fungsi hati
    • Sphagnum sebagai media tanam benih tumbuhan,pembalut dan sumber bahan bakar
    • Vegetasi perintis  
    Sumber Literatur : PR Biologi Intan Pariwara ,Biologi X bse Pusat Perbukuan    

    Minggu, 26 Desember 2010

    KEANEKA RAGAMAN HAYATI

    A. * Standar Kompetensi : 3.Memahami manfaat keanekaragaman hayati
         * Kompetensi Dasar   : 3.1 Mendeskripsikan konsep keanekaragaman gen,jenis,ekosistem,melalui
                                                   kegiatan pengamatan
                                              3.2 Mengkomunikasikan keanekaragaman hayati Indonesia,dan usaha pelestraian
                                                    serta pemanfaatan sumber daya alam.
                                              3.3 Mendeskripsikan ciri-ciri Divisio dalam dunia Tumbuhan dan peranannya bagi
                                                    kelangsungan hidup di Bumi
                                              3.4 Mendeskripsikan ciri-ciri fillum dalam dunia hewan dan perannya bagi
                                                    kehidupan
           * Indikator              :    1. Merumuskan konsep keanekargaman hayati melaui pengamatan terhadap
                                                   lingkungan sekitarnya
                                               2. Menbandingkan ciri keanekaragaman hayati pada tingkat gen,jenis dan 
                                                    ekosistem.
                                               3. Menjelaskan peran keanekaragaman terhadap kesetabilan lingkungan .
                                               4. Memberi contoh keanekaragaman hayati Indonesia.
                                               5. Menjelaskan usaha-usaha pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

    KEANEKARAGAMAN HAYATI
          Keaneka ragaman  makhluk hidup begitu banyak walaupun satu species tapi akan kita jumpai variasi .Variasinya dapat berupa variasi ukuran, jumlah,dan warna.yang berbeda-beda sehingga terbentuklah keanekaragaman makhluk hidup yang disebut KEANEKARAGAMAN HAYATI (BIODIVERSITAS)
    gambar keanekaragaman hayati
        

    Tingkatan Keanekargaman Hayati

              Keanekaragaman hayati nampak dalam berbagai perbedaan dan variasi bentuk,penampilan,jumlah dan sifat-sifat lainnya.Variasi ini terbentuk dari mulai tingkatan gen,jenis,hingga ekosistem.
    1. Keanekaragaman Gen
        Variasi ditingkat ini dasarnya sifat yang diturunkan oleh organisme kepada keturunannya berikutnya .Faktor sifat menurun ini dinamakan gen atau plasma nutfah.Setiap individu memiliki banyak gen.Jika terjadi perkawinan atau persilangan antartetua yang karakternya berbeda akan menghasilkan keturunan yang semakin banyak variasinya. Keanekaragaman gen adalah variasi susunan gen dalam suatu species .Keanekaragaman gen dalam satu species makhluk hidup yang menimbulkan variasi disebut varietas. Contohnya keanekaragaman gen pada kelinci dilihat dari warna bulu.
    gambar keanekaragaman gen
     

    2.Keaneka ragaman Jenis(species)
       Keanekaragaman jenis sering disebut juga keanekaragaman species .Hal ini menunjukan variasi yang terdapat pada mkhluk hidup antarjenis.Contohnya pada famili Palmae kita kenal tumbuhan kelapa,aren,nipah,pinang dll.Pada saat tumbuhan ini masih muda mempunyai bentuk fisik yang miripdan pada masa tertentu dari perkembnangannya menunjukkan banyak perbedaannya.Contoh lain pada species harimau kita jumpai jenis harimau jawa,macan dahan ,macan tutul dan cheeta.
                                                        



    3. Keanekaragaman Ekosistem
        Setiap makhluk hidup sangat bergantung pada lingkungannya .Perbedaan lingkungan abiotik pada suatu daerah menyebabkan jenis yang dapat beradaptasi dengan lingkungan tersebut berbeda.Akibatnya permukaan bumi dengan variasi kondisi komponen abiotik yang tinggi akan menghasilkan keanekaragaman ekosistem.Contohnya ekosistem sawah,ladang,air tawar.air payau, laut dll.Di dalam ekosistem ini terjadi perpindahan aliran energi ,daur zatdan hasil keseluruhan ekosistem.
    Contoh keanekaragaman ekosistem : ekosistem sungai,ekosistem terumbu karang dan ekosistem hutan.
     gambar keanekaragaman ekosistem

    KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA
         Keanekaragaman hayati menurut UU No 5 tahun 1994 adalah keanekargaman diantara makhluk hidup dari semua sumber termasuk diantaranya daratan ,lautan dan ekosistem akuatik lain,serta kompleks ekologi yang merupakan bagaian dari keanekargamannya,mencakup keanekaragaman dalam species,antara species dengan ekosistem.
    Indonesia memiliki keanekaragaman species yang tinggi dan juga memiliki species endemik yaitu species lokal,unik dan hanya ditemukan di daerah atau di pulau tertentu.
    Peranan Keanekaragaman Hayati dalam Kehidupan Manusia
    1.Sumber pangan
    2.Sumber sandang
    3.Sumber bahan bangunan dan alat-alat rumah tangga
    4.Sumber pendapatan
    5.Sumber plasma nutfah
    6.Sumber keilmuan
    7.Sumber bahan obat-obatan
    8.Sumber keindahan

    Hilangnya Keanekaragaman Hayati
          Berkurangnya keanekaragamnan hayati menunjukkan ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia dan kapasitas alam.Penyebabnya antara lain:
    • Fragmentasi dan hilangnya habitat
    • introduksi speciesan dan tumbuhan
    • eksploitasi berlebihan pada species hewan
    • pencemaran tanah,air dan udara
    • perubahan iklim global
    • industrialisasi kehutanan dan pertanian
    Konservasi Keanekaragaman Hayati
         Konservasi sumber daya hayati di Indonesia diatur dalam UU No 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup.Azas yang digunakan dalam pengeloolaan lingkungan hidup adalah azas tanggung jawab ,berkelanjutan, dan manfaat.
         Pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia dilakukan secara :
    • Pelestarian in situ : upaya pelestarian langsung di alam .Contohnya Cagar Alam Pulau Komodo di NTT
    Pelestarian ex situ : upaya pelestarian dengan cara penangkaran yang dilakukan bukan di tempat hidup (habitat) asli suatu makhluk hidup. Contohnya kebun raya bogor, kebun binatang

    Minggu, 07 November 2010

    LUMUT KERAK DAN MIKORIZA

          Jamur dapat bersifat mutualisme. Hasil jamur bersimbiosis dengan organisme lain menghasilkan lumut kerak dan mikoriza

    LUMUT KERAK (Lichen)
           Merupakan bentuk simbiosemutualisme antara jamur dan mikroorganisme fotosintetik. Organisme fotosintetik dalam lumut kerak adalah Cyanobacterium atau ganggang hijau uniselluler.jamur beruntung memperoleh hasil fotosintesis dari ganggang sebagai imbalam jamur menjaga ketersediaan air dan memperoleh nutrient untuk fotosintesis yang diserap oleh jamur dari lingkungan.
          Lumut kerak melakukan reproduksi secara aseksual atau seksual.Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan fragmentasi badan vegetatif  yang disebut talus atau dengan soredia.Soredia terdiri dari satu atau beberapa sel fotosintetik yang dikelilingi oleh hifa.Soredia lepas dari induk lumut kerak dan disebarkan oleh udara. Jika jatuh di tempat yang cocok ,soredia akan tumbuh menjadi lumut kerak yang baru.Reproduksi  seksual dilakukan jika jamur bersimbiosis dengan ascomycota atau basidiomycota yang akan menghasilkan askospora dan basidiospora.Namun spora-spora tersebut tidak akan tumbuh membentuk lumut kerak baru karena tidak disertai sel-sel fotosintetik.
          Habitat lichenes pada umumnya melekat di bebatuan ,batang pohon dan tempat lembab lainnya.Ada 3 macam lichenes berdasarkan bentuk thalusnya :
    1. Krutosa (seperti kerak) melekat pada subtrat ,contoh Physeia
    2. Foliosa (seperti daun) yang tumbuh sangat rapat pada subtrat atau bahkan di dalam permukaanya.Contohnya :Parmelia
    3. Fruktikosa (seperti rumpun) yang berbentuk rumpun tegak dan dapat mencapai ketinggian 10 cm ,contoh :Usnea.
    Contoh Lichenes dan peranannya.
    • Cladonia rengiferina  sebagai makanan hewan
    • Roccella tinctoria sebagai bahan lakmus untuk mengukur indikator pH.
    • Centraria islandica dan Usnea dasypoga sebagai bahan obat-obatan.
    Gambar - gambar Lichen 


    MIKORIZA
          Mikoriza adalah jamur yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan pinus atau belinjo.Berdasarkan kedalam jaringan tumbuhan yang digunakan ,mikoriza digolongkan menjadi dua.
    • Ektomikoriza,hifa jamurnya hanya hidup pada jaringan epidermis akar tumbuhan ,misalnya mikoriza yang hidup di akar pinus.
    • Endomikoriza,hifa jamurnya menembus sampai jaringan korteks akar ,misalnya mikoriza yang hidup di akar anggrek.
    Gambar - gambar Lichen



             

    kamus

    Pencarian

    boneka