Hewan merupakan makhluk hidup yang memiliki ciri khas bergerak aktif dan tidak mempunyai klorofil.Kingdom ini klasifikasinya berdasarkan simetri ubuh dan lapisan penyusun tubuh .
1.Simetri Radial :mempunyai bagian tubuh yang tersususn melingkar .
2.Simetri Bilateral : menggambarkan hewan yang bagian tubuhnya tersusun bersebelahan dengan bagian yang lain.
Lapisan Penyusun
Berdasarkan jumlah Lapisan tubuh,hewan dapat di bedakan menjadi 2 yaitu Diplobastis dan Triploblastis.
a.Hewan Disploblastis
Memiliki dua lapisan sel pembentuk tubuh,yaitu ektoderma (lapisan luar) dan endoderma (lapisan dalam).
b.Hewan Triploblastis
memiliki 3 lapisan sel pembentuk tubuh .Tiga lapis sel tersebut yaitu ektoderma,mesoderma(lapisan tengah) dan endoderma.
Klasifikasi
Berdasarkan peredaan pada simetri tubuh dan lapisan penyusun tubuhnya ,kingdom Animalia di bagi menjadi sembilan filum.
a.Filum Porifera
b.Filum Coelenterata
c.Filum Platyhelminthes
d.Filum Nemathelminthes
e.Filum Annelida
f.Filum Mollusca
g.Filum Echinodermata
h.filum Arthopoda
i.Filum Chordata
Minggu, 24 April 2011
Minggu, 06 Maret 2011
Tumbuhan Biji (Spermatophyta)
Standar Kompetensi : 3.Memahami manfaat keanekaragaman hayati
Kompetensi Dasar : 3.3 Mendeskripsikan ciri-ciri Divisio dalam dunia Tummbuhan dan peranannya bagi
kelangsungan hidup di Bumi.
Indikator :
- Mendeskripsikanciri umum tumbuhan berbiji
- Mengklasifikasikan tumbuhan berbiji
- menggambarkan struktur bagian tubuh tumbuhan seperti akar,batang,daun dan bunga
- Menentukan nama bagian-bagian tubuh tumbuhan berbiji
- Mengumpulkan informasi tentang peranan tumbuhan berbiji bagi manusia
Istilah spermathophyta berasal dari bahasa Yunani,sperma berarti biji dan phyta berarti tumbuhan .Memiliki ciri-ciri umum :
- Menghasilkan biji sebagai alat perkembangbiakan ,termasuk cormophyta berbiji
- Mempunyai alat kelamin yang jelas (Phanerogamae) dan menghasilkan embrio (Embriophyta siphonogama)
- Akarnya berbentuk serabut dan tunggang sel-selnya mengalami deferensiasi menjadi epidermis,korteks dan silinder pusat yang didalamnya terdapat xilem dan floem.Batangnya dapat tegak,condong,berbaring,atau merayap yang berdefrensiasi menjdi epidermis,korteks dan silinder pusat (terdapat xilem dan floem).Daunnya mengalami difrensiasi menjadi epidermis dan mesofil yang tersusun dari jaringan tiang dan jaringan bunga karang.
- Habitat di darat dan di air
- Bersifat fotoautotrop
![]() |
| padi |
![]() |
| mangga |
KLASIFIKASI
Dilihat dari posisi biji terhadap daun buahnya dibedakan menjadi 2 sub divisio,yatu : Gymnospermae dan Angiospermae
Subdivisio Gymnospermae(Tumbuhan Berbiji Terbuka)
Ciri-cirinya :
- Bakal biji tumbuh di permukaan daun buah (megasporofil)
- memiliki habitus semak,perdu atau pohon.Akarnya tunggang ,batang lurus tegak dan bercabang.
- tidak memiliki bunga sesungguhnya,sporofil terpisa-pisa atau membentuk strobilus jantan dan betina.Umumnya berkelamin tunggal dimana megasporangium dan mikrosporangium terpisah satu sama lain.
- Penyerbukan dengan bantuan angin dan jarak waktu penyerbukan sampai pembuahan relatif panjang .
Terbagi menjadi 4 kelasberdasarkan struktur strobilus :
- Cycadinae : menyerupai pohon kelapa ,daun majemuk menyirip,berumah dua,letaknya diujung batang(terminal) .Contohnya Cycas rumphii
- Ginkgoinae : pohon bertunas pendek,pohonnya meranggas,daunnaya bertangkai panjang,berbentuk pasak atau kipasdengan tulang daun bercabang-cabang menggarpu,berumah dua,biji dengan kulit luar berdaging dan kulit yang keras.Contohnya : Ginkgo biloba
- Gnetinae :tumbuhan berkayu,bunga berkelamin tunggal, bunga tersusun berkarang, berumah dua,percabangan banyak. Contohnya : Gnetum gnemon (melinjo)
- Coniferinae : Habitus semak,,batang berkayu,berdaun jarum,ada yang berumah satu dan dua ,strobilus betina lebih besar dan terletak diketiak daun atau di ujung batang berupa kerucut.Contohnya cemara (Cupressus lusitanica),pinus(Pinus merkusii) dan Agathis (damar).
Gbr siklus hidup Pinus salah satu gymnospermae
Subdivisio Angiospermae (berbiji tertutup)
Ciri-cirinya :
- Disebut berbiji tertutup ,karena bakal bijinya selalu diselubungi oleh daun-daun buah (karpela).Alat reproduksi betina menyerupai botol.
- Memiliki bunga baik lengkap maupun tidak
- berhabitus semak,perdu atau pohon.Batang bercabang atau tidak.
- terjadi pembuahan ganda
- terbagi ke dalam 2 kelas yaitu Monocotyledoneae dan Dicotyledoneae
Gbr Morfologi bunga pada Angiospermae
Gbr Bagian tanaman Angiospermae
Gambar siklus /reproduksi /pembuahan ganda pada Angiospermae.
Kelas Monocotyledonae
Ciri-cirinya mempunyai satu daun lembaga,akar serabut,tulang daun sejajar atau melengkung,batang tidak bercabang ruas jelas,tidak ber kambium dan perhiasan bunga berjumlah kelipatan 3 .
Contohnya pada famili :
- Liliaceae :Kembang sung sang,bawang merah
- Zingiberaceae : kunyit,jahe
- Orchidaceae: Anggrek
- Arecaceae : kelapa
- Musaceae : pisang
Ciri-cirinya mempunyai dua daun lembaga ,akar tunggang,tulang daun menyirip atau menjari,batang bercabang-cabang dengan ruas tidak jelas,mempunyai kambium dan perhiasan bunganya berjumlah 2,4,5 atau kelipatanya. Contohnya pada famili :
- Rubiaceae : kopi
- Malvaceae :kapas
- Rosaceae :mawar
- Rutaceae : jeruk
- Solanaceae : kentang
Minggu, 20 Februari 2011
PTERIDOPHYTA (Paku-pakuan)
- Standar Kompetensi : 3.Memahami manfaat keanekargaman hayati
- Kompetensi Dasar : 3.3 Mendeskripsikan ciri-ciri Divisio dalam dunia tumbuhan dan perannanya bagi kelangsungan hidup di muka bumi
- Indikator :
- Mengidentifikasi ciri-ciri umum Pteridophyta
- Menjelaskan klasifikasi Pteridophyta
- Menjelaskan cara -cara perkembangbiakan tumbuhan paku
- Menemukan peranan berbagai species paku terhadap ekonomi dan lingkungan
Ciri-ciri Pteridophyta
- Habitat pada tempat basah atau lembab tetapi beberapa species ada yang di air mis .Azolla pinnata artinya bersifat higrofit atau epifit
- Termasuk cormophyta berspora
- Mempunyai empat struktur :lapisan pelindung disekeliling organ reproduksi,embrio multiselluler di arkegonia,kutikula melapisi permukaannyadan sistem pembuluh angkut.
- Merupakan tumbuhan berkormus tertua ,berakar serabut dan ujungnya mengandung kaliptra.Pada umumnya berbatang di dalam tanah yang disebut rhizome memiliki xilem dan floem.Daunnya pada waktu masih muda menggulung dan daunnya ada yang kecil disebut mikrofil dan yang berukuran besar disebut makrofil.
- Berdasarkan fungsinya daun paku dibedakan :
* Tropofil (daun steril) untuk fotosintesis
* Sporofil (daun fertil) untuk fotosintesis dan menghasilkan spora.Sporanya tersususn di sporangium
Berdasarkan susunan dan letaknya sporangium pada daun dibedakan :
Sorus (sporangium di permukaan daun),Sinangium(sporangium di ketiak daun),Strobilus(sporangium
di ujung batang atau cabang batang),Sporokarpium (sporangium di dalam badan buah)
- Sporofit lebih dominan dari pada gametofit
Daun paku tumbuh dari percabangan tulang daun yang disebut frond, dan keseluruhan daun dalam satu tangkai daun disebut pinna.
JIka diperhatikan pada permukaan bagian daun (frond) terdapat bentuk berupa titik-titik hitam yang disebut sorus, dalam sorus terdapat kumpulan sporangia yang merupakan tempat atau wadah dari spora. Gambar dibawah ini menunjukkan sporangia yang tergabung dalam struktur sorus (jamak sori).
Tidak semua daun paku memiliki sorus (sori), daun paku yang memiliki sorus merupakan daun fertil yang disebut daun sporofil, daun paku yang tidak memiliki sorus disebut daun steril. Daun ini hanya mengandung klorofil dan banyak dimanfaatkan untuk proses fotosintesis. Daun ini disebut daun tropofil.Struktur sorus
Bagian luar dari sorus berbentuk selaput tipis yang disebut indusium. Bagian dalam sorus terdapat kumpulan sporangium yang didalamnya berisi ribuan spora.
Jika daun sporofil (daun fertil) diletakkan di atas permukaan kertas polos, maka bentuk spora akan terlihat seperti serbuk bedak berwarna hitam, coklat, kemerahan, kuning atau hijau tergantung jenis tumbuhan pakunya. Masing-masing spora akan tumbuh menjadi paku dewasa melalui proses yang kompleks(sumber http//prestasiherfen.blogspot.com)Klasifikasi Pteridophyta
- Berdasarkan sifat morfologinya dibedakan menjadi 4 kelas :
a. Psillophytinae (Paku Purba)
Tumbuhan paku paling sederhana ,batang beruas dan berbuku nyata,berdaun kecil menyerupai sisik
sporangium terletak di buku-buku cabang ,yaitu di ketiak daun (sinangium),bersifat homospor.Memperoleh
makanan bersimbiosis dengan jamur ,karena tidak berklorofil.Dikenal sebagai paku telanjang. Contohnya
Rhynia major dan Psilotum sp
b. Lycopodiinae (Paku Kawat)
Daun berbentuk sisik,batang seperti kawat dan akarnya bercabang-cabang,ada beberapa jenis daunnya
menyerupai lidah(ligula).Sporanya membentuk strobilus di ujung batang ataupun cabang, contohnya
c. Equisetinae (Paku Ekor Kuda)
Batangnya berongga memiliki cabang yang berkarang pada buku-buku batang pohon,berdaun kecil seperti
selaput tersusun seperti karang .Sporofil berbentuk seperti perisai dengan sejumlah sporangium tersusun
seperti strobilus (kerucut)pada ujung batang/cabang.Contohnya Equisentum sp
Gambar Macam-macam Equisentum Sp
Gambar Macam-macam Equisentum Sp
d. Pterophyta/Filicinae (Paku Benar)
Mempunyai daun sempurna (frond).Posisi daun membentuk sayap.Sporangium tersusun dalam sorus ,mempunyai daun besar (makrofil),pada waktu masih muda daunnya menggulung dan pada sisi bawah
mempunyai banyak sporangium. Contohnya Adiantum cuneatum,Marsilea crenata ,Platycerium bifurcatum
gbr Adiantum sp
![]() |
| Platycerium Sp |
Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan ,tumbuhan paku dibedakan menjadi tiga sbb :
- Paku HOMOSPORA,yaitu tumbuhan paku yang menghasilkan satu jenis spora saja dengan bebtuk dan ukuran seragam. Contohnya Lycopodium sp.
- Paku PERALIHAN,yaitu tumbuhan paku yang menghasilkan dua macam spora (spora jantan dan betina) tetapi spora bentuk dan ukurannya seragam. Contohnya Equisentum debile
- Paku HETEROSPORA,yaitu tumbuhan paku yang mempunyai makrospora untuk individu berkelamin betina dan mikrospora untuk individu berkelamin jantan. Contohnya Sellaginella sp dan marsilea crenata
REPRODUKSI/METAGENESIS
A.Reproduksi generatifnya melalui peleburan spermatozoid dan ovum
Skema Metagenesis paku homospora
Skema metagenesis pada tumbuhan paku heterospora
Skema metagenesis pada tumbuhan paku peralihan
B.Beberapa jenis tumbuhan paku bereproduksi vegetatif dengan cara :
- Umbi batang ,misalnya Marsilea crenata
- Tunas pada tepi daun atau kuncup tunas,mis Asplenium buldiferum
- Tunas pada ujung daun ,mis Asplenium pentifidium
- Tunas akar ,mis Ophioglosum spakiy otot atau tulang dalam bentuk param,obat diuretik
- Fragmentasi,mis Dryopteris rigida
Peranan Pteridophyta (Paku-pakuan)
- Paku kawat (Lycopodium cernuum),sebagai tanamnan hias,obat batuk,obat sesak napas,dan bisul kulit
- Paku ekor kuda (Equisentum debile),sebagai obat sakit otot atau tulang dalam bentuk param,obat diuretik karena mengandung asam kersik dan kalium tinggi.Sebagai alat pembersih pisau,farpu dan sendok karena selikatnya tinggi
- Asplenium nidus sebagai tanamnan hias
- Azolla sp sebagai makanan ikan dan pupuk
- Salvinia sp merugikan gulma tanaman padi
- Marsilea crenata dimakan sebagai sayuran (semanggi)
Minggu, 06 Februari 2011
Bryophta (Lumut)
A. Standar Kompetensi : 3.Memahami manfaat keanekaragaman hayati
B. Kompetensi Dasar : 3.3 Mendeskripsikan ciri-ciri Divisio dalam dunia Tumbuhan dan peranannya bagi kelangsungaan hidup di muka bumi.
C. Indikator :
Ciri umum Lumut:
Lumut memiliki akar semu (rhizoid) ,berfungsi untuk melekat pada subtrat dan menyerap unsur hara. Batangnya tidak berbatang dan tidak mempunyai pembuluh angkut berbentuk lembaran (thalus) di jumpai pada lumut hati dan tanduk sedangkan pada lumut daun batangnya sederhana dengan pembuluh angkut tunggal.Daunnya hanya pada lumut daun berdaun sederhana ,berbentuk pipih bilateral dengan satu pembuluh angkut di dalam ibu tulang daun dan berkloroplas,
Gambar bermacam species lumut :
Klasifikasi Lumut: Terbagi menjadi 3 klas berdasarkan bentuk gametofit dan sporofit
Reproduksi lumut sama dengan metagenesis yaitu pergiliran keturunan secara teratur antara generasi sporofit (2n) dan generasi gametofit (n).Reproduksi generatif dengan perkawinan gamet sedangkan reproduksi vegetatif dengan spora haploid yang bersifat homospor dan membentuk pundi kuncup (gemma cup).Pada lumut fase gametofitnya lebih dominan dari pada fase sporofit
Metagenesis pada Bryophyta :
Peranan Lumut :
B. Kompetensi Dasar : 3.3 Mendeskripsikan ciri-ciri Divisio dalam dunia Tumbuhan dan peranannya bagi kelangsungaan hidup di muka bumi.
C. Indikator :
- Mengidentifikasi ciri-ciri lumut (Bryophta)
- Membedakan tumbuhan lumut dengan tumbuhan paku dan biji berdasarkan ciri-cirinya
- Menjelaskan perkembangbiakan lumut
- Menjelaskan klasifikasi lumut
- Memberikan contoh peranan lumut
Ciri umum Lumut:
- Hidup di tempat basah,lembab dan terlindung dari cahaya
- Bagian permukaan luar tubuh terdapat lapisan lilin untuk menahan masuknya air
- Berwarna hijau karena mempunyai klorofil
- Peralihan dari Thallophyta (tidak dapat dibedakan antara akar,batang dan daun)dan Chormophyta(dapat dibedakan antara akar,batang dan daun).
Lumut memiliki akar semu (rhizoid) ,berfungsi untuk melekat pada subtrat dan menyerap unsur hara. Batangnya tidak berbatang dan tidak mempunyai pembuluh angkut berbentuk lembaran (thalus) di jumpai pada lumut hati dan tanduk sedangkan pada lumut daun batangnya sederhana dengan pembuluh angkut tunggal.Daunnya hanya pada lumut daun berdaun sederhana ,berbentuk pipih bilateral dengan satu pembuluh angkut di dalam ibu tulang daun dan berkloroplas,
Gambar bermacam species lumut :
Klasifikasi Lumut: Terbagi menjadi 3 klas berdasarkan bentuk gametofit dan sporofit
- Hepaticopsida (lumut hati) : tubuh berupa thalus berbentuk lembaran seperti hati melekat dengan bantuan rhizoid.Struktur khas yang terdapat pada gametopitnya yang berupa mangkok mengandung kumpulan lumut kecil yang .Contohnya Marchantia polymorpha
- Anthocerotopsida(Lumut tanduk) : generasi gametopit berupa thalus dengan tepi rata atau bertoreh.Sporofitnya berupa kapsul memanjang seperti tanduk (horn)dan pangkalnya dilindungi oleh involukrum, contohnya Notothylas sp dan Anthoceros sp
- Bryopsida (Lumut daun ) : tubuh terdiri 3 bagian yaitu rhizoid,batang dan daun.disebut lumut sejati,mengelompok seperti hamparan tebal beludru.Sprofitnya berklorofil dan bisa berfotosintesis .Sporofit (2n) terdiri dari kapsul; dan seta (tangkai) ,saat muda dilindungi oleh kaliptra dan lepas saat kapsul masak dan mengandung spora.Ujung kapsul yang masak dilindungi oleh operkulum .operkulum akan terlepas saat jaringan yang melingkar di tepi operkulum (annulus) pecah. Saaat operkulum lepas spora tidak langsung tersebar karena adanya gigi peristom pada bagian sporangium .Spora yang jatuh ditempat yang lembab membentuk kecambah berangkai berbentuk benang yang disebut protonema yang akan menjadi gametofit. Contohnya Sphagnum sp,Fissident spdan Polythricum sp (llumut berumah satu).
Reproduksi lumut sama dengan metagenesis yaitu pergiliran keturunan secara teratur antara generasi sporofit (2n) dan generasi gametofit (n).Reproduksi generatif dengan perkawinan gamet sedangkan reproduksi vegetatif dengan spora haploid yang bersifat homospor dan membentuk pundi kuncup (gemma cup).Pada lumut fase gametofitnya lebih dominan dari pada fase sporofit
Metagenesis pada Bryophyta :
Peranan Lumut :
- Marchantia polymorpha mengobati gangguan fungsi hati
- Sphagnum sebagai media tanam benih tumbuhan,pembalut dan sumber bahan bakar
- Vegetasi perintis
Minggu, 26 Desember 2010
KEANEKA RAGAMAN HAYATI
A. * Standar Kompetensi : 3.Memahami manfaat keanekaragaman hayati
* Kompetensi Dasar : 3.1 Mendeskripsikan konsep keanekaragaman gen,jenis,ekosistem,melalui
kegiatan pengamatan
3.2 Mengkomunikasikan keanekaragaman hayati Indonesia,dan usaha pelestraian
serta pemanfaatan sumber daya alam.
3.3 Mendeskripsikan ciri-ciri Divisio dalam dunia Tumbuhan dan peranannya bagi
kelangsungan hidup di Bumi
3.4 Mendeskripsikan ciri-ciri fillum dalam dunia hewan dan perannya bagi
kehidupan
* Indikator : 1. Merumuskan konsep keanekargaman hayati melaui pengamatan terhadap
lingkungan sekitarnya
2. Menbandingkan ciri keanekaragaman hayati pada tingkat gen,jenis dan
ekosistem.
3. Menjelaskan peran keanekaragaman terhadap kesetabilan lingkungan .
4. Memberi contoh keanekaragaman hayati Indonesia.
5. Menjelaskan usaha-usaha pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.
KEANEKARAGAMAN HAYATI
Keaneka ragaman makhluk hidup begitu banyak walaupun satu species tapi akan kita jumpai variasi .Variasinya dapat berupa variasi ukuran, jumlah,dan warna.yang berbeda-beda sehingga terbentuklah keanekaragaman makhluk hidup yang disebut KEANEKARAGAMAN HAYATI (BIODIVERSITAS)
gambar keanekaragaman hayati
Tingkatan Keanekargaman Hayati
Keanekaragaman hayati nampak dalam berbagai perbedaan dan variasi bentuk,penampilan,jumlah dan sifat-sifat lainnya.Variasi ini terbentuk dari mulai tingkatan gen,jenis,hingga ekosistem.
1. Keanekaragaman Gen
Variasi ditingkat ini dasarnya sifat yang diturunkan oleh organisme kepada keturunannya berikutnya .Faktor sifat menurun ini dinamakan gen atau plasma nutfah.Setiap individu memiliki banyak gen.Jika terjadi perkawinan atau persilangan antartetua yang karakternya berbeda akan menghasilkan keturunan yang semakin banyak variasinya. Keanekaragaman gen adalah variasi susunan gen dalam suatu species .Keanekaragaman gen dalam satu species makhluk hidup yang menimbulkan variasi disebut varietas. Contohnya keanekaragaman gen pada kelinci dilihat dari warna bulu.
gambar keanekaragaman gen
2.Keaneka ragaman Jenis(species)
Keanekaragaman jenis sering disebut juga keanekaragaman species .Hal ini menunjukan variasi yang terdapat pada mkhluk hidup antarjenis.Contohnya pada famili Palmae kita kenal tumbuhan kelapa,aren,nipah,pinang dll.Pada saat tumbuhan ini masih muda mempunyai bentuk fisik yang miripdan pada masa tertentu dari perkembnangannya menunjukkan banyak perbedaannya.Contoh lain pada species harimau kita jumpai jenis harimau jawa,macan dahan ,macan tutul dan cheeta.
3. Keanekaragaman Ekosistem
Setiap makhluk hidup sangat bergantung pada lingkungannya .Perbedaan lingkungan abiotik pada suatu daerah menyebabkan jenis yang dapat beradaptasi dengan lingkungan tersebut berbeda.Akibatnya permukaan bumi dengan variasi kondisi komponen abiotik yang tinggi akan menghasilkan keanekaragaman ekosistem.Contohnya ekosistem sawah,ladang,air tawar.air payau, laut dll.Di dalam ekosistem ini terjadi perpindahan aliran energi ,daur zatdan hasil keseluruhan ekosistem.
Contoh keanekaragaman ekosistem : ekosistem sungai,ekosistem terumbu karang dan ekosistem hutan.
gambar keanekaragaman ekosistem
gambar keanekaragaman ekosistem
KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA
Keanekaragaman hayati menurut UU No 5 tahun 1994 adalah keanekargaman diantara makhluk hidup dari semua sumber termasuk diantaranya daratan ,lautan dan ekosistem akuatik lain,serta kompleks ekologi yang merupakan bagaian dari keanekargamannya,mencakup keanekaragaman dalam species,antara species dengan ekosistem.
Indonesia memiliki keanekaragaman species yang tinggi dan juga memiliki species endemik yaitu species lokal,unik dan hanya ditemukan di daerah atau di pulau tertentu.
Peranan Keanekaragaman Hayati dalam Kehidupan Manusia
1.Sumber pangan
2.Sumber sandang
3.Sumber bahan bangunan dan alat-alat rumah tangga
4.Sumber pendapatan
5.Sumber plasma nutfah
6.Sumber keilmuan
7.Sumber bahan obat-obatan
8.Sumber keindahan
Hilangnya Keanekaragaman Hayati
1.Sumber pangan
2.Sumber sandang
3.Sumber bahan bangunan dan alat-alat rumah tangga
4.Sumber pendapatan
5.Sumber plasma nutfah
6.Sumber keilmuan
7.Sumber bahan obat-obatan
8.Sumber keindahan
Hilangnya Keanekaragaman Hayati
Berkurangnya keanekaragamnan hayati menunjukkan ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia dan kapasitas alam.Penyebabnya antara lain:
- Fragmentasi dan hilangnya habitat
- introduksi speciesan dan tumbuhan
- eksploitasi berlebihan pada species hewan
- pencemaran tanah,air dan udara
- perubahan iklim global
- industrialisasi kehutanan dan pertanian
Konservasi sumber daya hayati di Indonesia diatur dalam UU No 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup.Azas yang digunakan dalam pengeloolaan lingkungan hidup adalah azas tanggung jawab ,berkelanjutan, dan manfaat.
Pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia dilakukan secara :
- Pelestarian in situ : upaya pelestarian langsung di alam .Contohnya Cagar Alam Pulau Komodo di NTT
Minggu, 07 November 2010
LUMUT KERAK DAN MIKORIZA
Jamur dapat bersifat mutualisme. Hasil jamur bersimbiosis dengan organisme lain menghasilkan lumut kerak dan mikoriza
LUMUT KERAK (Lichen)
Merupakan bentuk simbiosemutualisme antara jamur dan mikroorganisme fotosintetik. Organisme fotosintetik dalam lumut kerak adalah Cyanobacterium atau ganggang hijau uniselluler.jamur beruntung memperoleh hasil fotosintesis dari ganggang sebagai imbalam jamur menjaga ketersediaan air dan memperoleh nutrient untuk fotosintesis yang diserap oleh jamur dari lingkungan.
Lumut kerak melakukan reproduksi secara aseksual atau seksual.Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan fragmentasi badan vegetatif yang disebut talus atau dengan soredia.Soredia terdiri dari satu atau beberapa sel fotosintetik yang dikelilingi oleh hifa.Soredia lepas dari induk lumut kerak dan disebarkan oleh udara. Jika jatuh di tempat yang cocok ,soredia akan tumbuh menjadi lumut kerak yang baru.Reproduksi seksual dilakukan jika jamur bersimbiosis dengan ascomycota atau basidiomycota yang akan menghasilkan askospora dan basidiospora.Namun spora-spora tersebut tidak akan tumbuh membentuk lumut kerak baru karena tidak disertai sel-sel fotosintetik.
Habitat lichenes pada umumnya melekat di bebatuan ,batang pohon dan tempat lembab lainnya.Ada 3 macam lichenes berdasarkan bentuk thalusnya :
MIKORIZA
Mikoriza adalah jamur yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan pinus atau belinjo.Berdasarkan kedalam jaringan tumbuhan yang digunakan ,mikoriza digolongkan menjadi dua.
LUMUT KERAK (Lichen)
Merupakan bentuk simbiosemutualisme antara jamur dan mikroorganisme fotosintetik. Organisme fotosintetik dalam lumut kerak adalah Cyanobacterium atau ganggang hijau uniselluler.jamur beruntung memperoleh hasil fotosintesis dari ganggang sebagai imbalam jamur menjaga ketersediaan air dan memperoleh nutrient untuk fotosintesis yang diserap oleh jamur dari lingkungan.
Lumut kerak melakukan reproduksi secara aseksual atau seksual.Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan fragmentasi badan vegetatif yang disebut talus atau dengan soredia.Soredia terdiri dari satu atau beberapa sel fotosintetik yang dikelilingi oleh hifa.Soredia lepas dari induk lumut kerak dan disebarkan oleh udara. Jika jatuh di tempat yang cocok ,soredia akan tumbuh menjadi lumut kerak yang baru.Reproduksi seksual dilakukan jika jamur bersimbiosis dengan ascomycota atau basidiomycota yang akan menghasilkan askospora dan basidiospora.Namun spora-spora tersebut tidak akan tumbuh membentuk lumut kerak baru karena tidak disertai sel-sel fotosintetik.
Habitat lichenes pada umumnya melekat di bebatuan ,batang pohon dan tempat lembab lainnya.Ada 3 macam lichenes berdasarkan bentuk thalusnya :
- Krutosa (seperti kerak) melekat pada subtrat ,contoh Physeia
- Foliosa (seperti daun) yang tumbuh sangat rapat pada subtrat atau bahkan di dalam permukaanya.Contohnya :Parmelia
- Fruktikosa (seperti rumpun) yang berbentuk rumpun tegak dan dapat mencapai ketinggian 10 cm ,contoh :Usnea.
- Cladonia rengiferina sebagai makanan hewan
- Roccella tinctoria sebagai bahan lakmus untuk mengukur indikator pH.
- Centraria islandica dan Usnea dasypoga sebagai bahan obat-obatan.
MIKORIZA
Mikoriza adalah jamur yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan pinus atau belinjo.Berdasarkan kedalam jaringan tumbuhan yang digunakan ,mikoriza digolongkan menjadi dua.
- Ektomikoriza,hifa jamurnya hanya hidup pada jaringan epidermis akar tumbuhan ,misalnya mikoriza yang hidup di akar pinus.
- Endomikoriza,hifa jamurnya menembus sampai jaringan korteks akar ,misalnya mikoriza yang hidup di akar anggrek.
Jumat, 15 Oktober 2010
program tahunan
PROGRAM TAHUNAN
Mata pelajaran : Biologi
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Banyuasin I
Kelas/Program : X/
Tahun pelajaran : 2010-2011
| Semester | Standar Kompetensi / Kompetensi Dasar | Alokasi waktu | Keterangan |
| 1 | 1. Memahami hakikat biologi sebagai ilmu 1.1 Mengidentifikasi ruanglingkup biologi 1.2 Mendeskripsikan objek dan permasalahan biologi pada berbagai tingkat organisasi kehidupan (molekul,sel,jaringan,organ, individu,populasi,ekosistem dan bioma) ULANGAN HARIAN 1 2. Memahami prinsip-prinsip pengelompokkan makhluk 2.1 Mendeskripsikan cirri-ciri replikasi dan peranan virus dalam kehidupan 2.2 Mendeskripsikan ciri-ciri Archaeobacteria dan Eubacteria dan perannaya dalam kehidupan. ULANGAN MID SEMESTER 2,3 Menyajikan cirri-ciri vilum dan kingdom protista dan perannya bagi kehidupan ULANGAN HARIAN 2 2.4 Mendeskripsikan cirri-ciri dan jenis jamur berdasarkan hasil pengamatan percobaan dan kajian di literature serta perannya bagi kehiupan ULANGAN HARIAN 3 ULANGAN UMUM SEMESTER GANJIL REMEDIAL CADANGAN | 6 x 45 ‘ 2 x 45’ 4 x 45’ 2 X 45 ‘ 6 x 45’ 6 x 45’ 2x 45’ 6 x 45’ 2 x 45’ 8 x 45’ 2 x 45’ 2 x 45’ 2 x 45’ 4 x 45; | |
Langganan:
Postingan (Atom)
































